• Bagi setiap teman-teman sekalian (pengunjung) yang telah membuka / mengunjungi Blog saya ini baik secara tidak sengaja maupun dengan sengaja, mohon kesediaannya meninggalkan komentar. Thank's
  • Kategori

  • Arsip Berkas

  • Yahoo Messenger

  • Recent Comments

    Rizkan on Puisi Mengenang Bencana T…
    romahamzani on B’day Stories #3
    romahamzani on B’day Stories #2
    romahamzani on B’day Stories #2
    romahamzani on Putri, Panah & Madu B…
  • Blog Stats

    • 18,555 hits
  • Informasi Anda

    IP

  • Administrator’s Links

Bisikan Waktu

Romahamzani
9 Februari 2011

Matahari sudah menghilang, tadi pagi dia sempat tersenyum padamu.
Jarum jam dinding tua itu sempat bernyanyi tengah hari tadi.
Air laut berkumpul di tepian pantai lagi sejak kau tak berdiri disana.

Dan sang waktu sempat berbisik dengan halus, “Kau tak muda lagi, biarkanlah aku menuntunmu”.

Putus

Romahamzani
6 Februari 2011

putus sudah rantai yang kau ikat.
airmata hanyalah hiasan yang tak pernah bisa melukis mendung.

hilang sudah rasa bahagia, waktu telah mengambilmu.
asa semuanya jadi hitam legam.

lukisan semesta membentang, perlahan melukis kisah itu.
bibir kelu berucap, mengapa waktu begitu kejam ..!!

Bicara Kalahnya Sang Garuda vs Laser Malaysia

MEMANG mengecewakan melihat timnas kebanggaan kita `dibombardir` goal dengan telak oleh malaysia (red. mayoritas kita menyebutnya malingsia) di Final AFF 2010 leg pertama di stadion bukit jalil. yang berlangsung beberapa jam yang lalu  Indonesia harus kalah telak 0-3 setelah pertandingan sempat diberhentikan oleh wasit karena sinar laser dari suporter malaysia tetap memburu para pemain Indonesia.

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI: Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.

Harus berbicara dan membahas darimana ini ? Bicara kekalahan , bicara perjuangan  supporter Garuda atau bicara laser Malayasia ? Sebenarnya penulis kali ini hanya ingin menulis satu kata saja yaitu KECEWA. Sebuah kata yang lumrah untuk dilontarkan oleh penulis sebagai penonton sekaliber masyarakat awam ini.

Harus diakui permainan Indonesia tadi jauh dari apa yang diharapkan, berbeda dengan permainan sang garuda sebelumnya. Mungkinkah karena bermain dikandang sendiri tapi di kandang si harimau malaya ?. Entahlah, tapi salah satu faktor yang pasti adalah ulah penonton malaysia yang sengaja memburu para pemain indonesia dengan sinar laser dari segala penjuru ini buktinya dan  satu lagi Continue reading

Cermin Cinta

Romahamzani
2 Desember 2010

Sudah Kuberikan ketulusanku
dalam kekakuan yang telah kubuat …

Cintaku takkan berhenti mengalir ke telaga jiwamu …
hingga kerontang,
hingga menguap karena takdir …

Luka Bencana Merekah, Akhirnya Kita Harus Berbangga

Mungkin sebuah Judul yang prokontra, yang saya berikan untuk menggambarkan hikmah dari bencana.

Walaupun terlalu besar  ‘luka’  yang tergores dalam bencana 3 minggu yang lalu; walaupun tajuk Indonesia Berdoa, Indonesia Peduli, Indonesia Menangis telah menyebar ke seluruh penjuru dunia seharusnya kita tetap berbangga hati disela-sela rasa keprihatinan dan kepedulian terhadap bencana tsb.

Mengapa harus berbangga ??

Di tengah suasana carut-marutnya negeri ini, Negeri yang sangat kaya raya tp ttp saja terpuruk ….

ditengah sulitnya mencari sosok pahlawan, yang ada malah permainan ‘yg memalukan’ dari para elite politik

Tamparan keras dari sosok ‘mirip gayus’ menjadi rengekan dan tangisan  dipengadilan yang ‘memuakkan’ yang tak lain dan tak bukan, Si Gayus sang  koruptor kelas KAKAP yg jg mampu menyetir pion-pion hukum Indonesia.

Indonesia harus berbangga karena sedikit ‘obat sang pahlawan’ mulai bermunculan kembali …… bagi saya sebagai penulis catatan ini merekalah ‘SANG PAHLAWAN SEJATI’ …..Hanya saja kepahlawanan mereka sedikit sekali gaungnya di media massa …. ‘mungkin menunggu moment yang tepat untuk menceritakan kebaikan mereka’.

Beberapa kisah kepahlawanan yang sangat membanggakan di tengah luka bencana yang semoga memberi inspirasi buat rekan-rekan sekalian :

– Sederhana tapi butuh perjuangan, merekalah para relawan yang rela ‘setengah menadahkan tangan’ mereka dijalanan untuk mengumpulkan dan menyalurkan uang dari para pengguna jalan. Mereka berani menyisihkan rasa malu dan ego mereka untuk ikut ‘mengemis’ (red. kata kasarnya) di lampu merah. Continue reading

Ketika Cemooh Menjadi Luar Biasa

 

Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1431 H

Cl0ckr0n! is another a.k.a of romahamzani

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.