romahamzani
25 Agustus 2005
Disertai tetesan air dari langit yang kelam, malamku sedang menghinggapi peraasan yang tertiup dinginnya udara hujan. Malam yang syahdu itu t’lah membawaku terbang mencari khayalan yang lari dari hadapanku.
Entah ..! Perasaan yang berkecamuk itu telah mendamparkanku dalam kesunyian.
Semilir ombak, sayu-sayu masih ku dengar. Kegiatannya yang tak pernah lelah itu telah mengingatkan kepadaku bahwa ia sedang mengikis dan menerpa karang terjal yang menghalanginya.
Kepalang basah, hujan telah menghujanku dengan senjata ampuhnya, tetapi kupaksakan mata ini untuk meresapi kejadian didepanku.
Ombak yang berkejar-kejaran itu membuat diriku nyamn dan telah menghipnotisku untuk mengikuti langkah mereka.
Kupaksakan untuk menunggangi karang terjal yang berdiri di pantai itu. Sekali-kali mataku menerawang ke belakang mencari-cari sang putri untuk memanggilku dan menembakkan panah cintanya, yang akan menghalangiku untuk bergabung dakam kawanan ombak yang berusaha menghancurkan tembok pemisah dengan daratan.
Tetapi itu sia-sia …
Mungkin saja dia telah lelah saat mengejarku,
Mungkin saja dia marah dan enggan melihat diriku yang lusuh ini,
Mungkin saja dia sudah pasrah melepaskan diriku untuk bergabung bersama sekawanan ombak tersebut.
Alah …!!! Mengapa ku harus mencari kemungkinan yang tak pasti.
Tetapi yang pasti, panah kebenciannya yang dibungkus dalam cinta bercampur racun itu telah melukaiku dengan menusuk hatiku dari belakang.
Malam yang semakin larut, udara yang semakin menusuk tulang, hujan yang semakin genjar menembakkan pelurunya telah mengusikku.
Tetapi diriku yang kalang kabut masih enggan ikut bergabung dengan kawanan ombak itu.
Sejenak ku menoleh kebelakang memastikan bahwa putri itu tidak menghampiri diriku. Walaupun diriku kecewa, aku masih bisa menyunggingkan bibirku. Dari kejauhan kulihat cahaya seperti cahaya lilin, tetapi cahaya lilin tetaplah cahaya lilin dan cahaya kunang-kunang tetaplah cahaya kunang-kunag yang menjauh mendekati persawahan.
Diriku yang berada dibatas ambang normal, telah mengunci bibir ini untuk tersenyum, memasung kaki dan kepalaku agar tidak berpaling kebelakang.
Putri yang membawa racun tetaplah putri pembawa racun walaupun dia pernah menyuguhkan setetes madu dalam hidupku.
Hatiku yang terluka secara tertatih-tatih berusaha untuk mengumpulkan sebuah tekad.
Kupaksakan diri ini melepaskan pasungan yang melekat pada kepala dan kakiku untuk bergabung dengan kawanan ombak yang menginginkan robohnya karang terjal tersebut.
Tetapi diriku terluka parah. Diriku harus meninggalkan keramaian ini karena kesendirian adalah hidupku dan kesendirian yang membuatku bagai pohon yang selalu diterpa angin puyuh.
Yaitu Pohon yang Retak, Gundul dan Sakit ………….
Filed under: Uncategorized



PErtamax!!
Btw itu semua artinya apa clock??
Ron ada Award untuk blogmu ini silakan main ke sini[0]
[0] http://rotyyu.wordpress.com/2008/11/11/dapat-award-dan-berbagi-award/
selamatkan indonesia raya
waow……
lama gag buKa bLogmu ney mas!!?
kaNgen aKu…..
oiYa mas,,,puiSi mu keYend bgd tUch…..
tak kaSih 5 jeMpol kaKi buWatmu….^_^
Maz aku udah upload ke internet semua fileku walaupun ada beberapa yang error tapi dikit puas wez belajar banyak dari pean. Pak asdos yang baik hati biarpun demo g lancar bukan halangan buat kasih nilai baek zaaa
kyurounijoyo.tk itu homepageku yang SDN BHAYANGKARI. Numpang Comment disini zaa
artinya begitu
…masa-masa menggalau ..
hehehe , 10 jempol untuk yg memberikan 5 jempol